
PEMBUKAAN PAMERAN & TEMU PAKAR
“Aksi Penyelamatan Pusaka Sumatera Barat Pasca Bencana”
13 & 14 November 2009
Domus Matahari & Galeri HER.it.AGE
Jl. Veteran I, Jakarta Pusat 10110
Dalam keprihatinan atas bencana gempa Sumatera Barat 30 September 2009, BPPI peduli atas kerusakan pusaka alam, pusaka budaya (fisik dan non fisik) serta pusaka saujana Kota Padang serta Sumatera Barat pada umumnya dan secara langsung melaksanakan Aksi Cepat Tanggap Darurat Penyelamatan Pusaka yang dimulai dengan (1) penggalangan dana, (2) penilaian cepat kerusakan pusaka, (3) penggambaran dan identifikasi awal pusaka hancur yang menjadi prioritas untuk ditangani, (4) diseminasi awal hasil sementara dan koordinasi dengan berbagai pihak lokal, nasional dan internasional.
More detail please download here
PANCA WARSA BPPI & TEMU PUSAKA 2009
“Integrasi Pelesatarian Pusaka Alam dan Pusaka Budaya,
Tantangan dan Pengelolaan dalam Menghadapi Perubahan Iklim Global”
16-18 Oktober 2009
Jl. Veteran I, Jakarta Pusat 10110
Dalam rangka peringatan 5 Tahun dan pertemuan tahunan rutin organisasi
pelestarian se-Indonesia, BPPI (Indonesian Heritage Trust) akan menyelenggarakan
TEMU PUSAKA 2009 pada 16-18 Oktober 2009.
For more detail please download here
PAMERAN “PELATIHAN PENYUSUNAN MASTER PLAN KOTA PUSAKA”
Indonesian Heritage Trust (Badan Pelestarian Pusaka Indonesia/BPPI) adalah sebuah organisasi masyarakat yang bergerak dalam bidang pelestarian yang dibentuk pada 17 Agustus 2004 oleh “Anggota Jaringan Pelestarian Pusaka Indonesia (JPPI), dan wakil-wakil LSM serta perguruan tinggi“ Pembentukannya disaksikan dan didukung oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI. BPPI bekerjasama dengan berbagai lembaga terkait memiliki visi untuk “Mengawal Kelestarian Pusaka Indonesia“
yaitu memperkuat sistem pelestarian, serta membantu menyelamatkan dan memelihara pusaka Indonesia.For more detail please download here
PAMERAN “KARYA DAN KRIYA PUSAKA PASCA BENCANA”
Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI / Indonesian Heritage Trust) dengan visi “Mengawal Kelestarian Pusaka Indonesia”, serta implementasi salah satu misi yaitu “Mendorong dan Membantu Gerakan Pelestarian Pusaka Indonesia Melalui Berbagai Kegiatan dan Pendampingan”, telah menetapkan program Pameran Pelestarian yang diselenggarakan secara reguler di Galeri HER.it.AGE – Griya BPPI, Jl. Veteran I No. 27, Jakarta Pusat. Pameran ini senantiasa menampilkan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh gerakan pelestarian pusaka Indonesia dari berbagai daerah, komunitas pelestarian, lembaga pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya.
For more detail please download here
| PRESS RELEASE |
| SITU-SITU SE JABODETABEK: MENATA SITU RAMAH LINGKUNGAN |
Badan Pelestarian Pusaka Indonesia/BPPI–Indonesian Heritage
Trust adalah sebuah organisasi masyarakat bergerak dalam bidang
pelestarian yang dibentuk pada 17 Agustus 2004 oleh anggota Jaringan
Pelestarian Pusaka Indonesia (JPPI) dan wakil-wakil LSM serta
perguruan tinggi, dengan tujuan berupaya memperkuat pelestarian
pusaka Indonesia. |
| PRESS RELEASE |
| PAMERAN “300 BENTENG DI INDONESIA” |
Indonesian Heritage Trust (Badan Pelestarian Pusaka Indonesia/BPPI) adalah sebuah organisasi masyarakat bergerak dalam bidang pelestarian yang dibentuk pada 17 Agustus 2004 oleh anggota Jaringan Pelestarian Pusaka Indonesia (JPPI), dan wakil-wakil LSM serta perguruan tinggi. Materi pameran tersebut merupakan hasil penelitian PDA bekerjasama
dengan Direktorat Sejarah dan Purbakala–Departemen Kebudayaan
dan Pariwisata serta Passchier Architects and Consultans (PAC)
dari Belanda, dengan tujuan antara lain: |
January 2009
| PRESS RELEASE No. 214/BPPI 2009 |
| Akhir-akhir ini Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) mengamati dan mendapat banyak informasi tentang kasus-kasus penelantaran dan perusakan situs-situs bersejarah di Indonesia. BPPI juga menerima berbagai pernyataan keprihatinan dan sekaligus kepedulian baik dari media massa maupun masyarakat sebagai reaksi terutama terhadap kasus-kasus tersebut di bawah ini : 1. Situs Majapahit di Trowulan,
Mojokerto 2. Benteng Vastenburg di Kota Solo 3. Benteng Oranje (Malayo) di Kota Ternate Sehubungan dengan hal tersebut BPPI meminta dengan sangat Menteri Kebudayaan dan Pariwisata segera mengambil langkah-langkah tegas dan memberikan kepastian terhadap pelestarian situs-situs bersejarah dengan melakukan tindakan-tindakan antara lain sebagai berikut: 1. Situs Majapahit di Trowulan,
Mojokerto: Mengingat masih banyaknya kerusakan dan pengrusakan pusaka di seluruh penjuru tanah air, maka BPPI meminta kepada Departemen Kebudayaan dan Pariwisata untuk membenahi sistem perlindungan dan pengelolaan berbagai ragam pusaka di Indonesia, termasuk aspek legalitas yang mendukung. |
Maret 2010
PRESS RELEASE
PAMERAN & TEMU PAKAR
“JAM GADANG DAN UPAYA PELESTARIANNYA”
Jumat, 5 Maret 2010
Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) / The Indonesian Heritage Trust dalam upaya penyelamatan pusaka pasca bencana melaksanakan program yang diberi nama Heritage Emergency Response (HER) yaitu upaya tanggap darurat penyelamatan pusaka ketika terjadi bencana yang terdiri dari kegiatan pendataan cepat kerusakan yang diakibatkan, serta penggalangan dana rehabilitasi dan melakukan langsung rehabilitasi pasca bencana pada bangunan pusaka dan rehabilitasi sosial budaya yang ditimbulkan.
Salah satu pusaka Sumatera Barat yang mengalami kerusakan akibat bencana gempa tahun 2007 adalah Jam Gadang di Bukittinggi. Beberapa keretakan dan kerusakan terjadi di bagian dalam dan luar Jam Gadang yang telah didirikan sejak tahun 1926. Upaya rehabilitasi Jam Gadang secara fisik akan dimulai pada pertengahan April 2010. Sementara berbagai kegiatan survey dan pengumpulan data dilakukan kembali mulai November 2009 walau sebelumnya BPPI dan para mitra organisasi pelestarian di Sumatera Barat telah melakukan identifikasi dan dokumentasi Jam Gadang sebelumnya.
Kegiatan rehabilitasi dilakukan atas kerjasama BPPI dan Kedutaan Besar Belanda dalam program “Shared Heritage Fund” Indonesia dan Belanda, didukung oleh Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata khususnya Direktorat Sejarah dan Purbakala serta BP 3 dan Balai Konservasi. Koordinasi dan konsultasi juga dilakukan kepada Pemerintah Kota Bukittinggi, DPRD, tokoh adat, tokoh agama, kalangan universitas dan pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan hari ini adalah pembukaan Pameran Jam Gadang dan Upaya Rehabilitasinya yang akan berlangsung jam 16.00-17.30 WIB dan dilanjutkan dengan Temu Pakar Pelestarian jam 17.30-19.30 WIB membahas analisa hasil survey dan updating kondisi Jam Gadang sebelum dilakukan rehabilitasi fisik. Kegiatan ini direncanakan akan dibuka oleh Walikota Bukittinggi yang diwakili oleh Asisten II Kota Bukittinggi Bidang Ekonomi Pembangunan, Bapak Baharyadi, SH, didampingi oleh dinas terkait dari Pemerintah Kota Bukittinggi, Ibu Pia Alisjahbana dan Bapak Rudy Pesik dari Dewan Pimpinan BPPI serta Excellency Mr. Paul Peters, Cultural Attache, The Royal Netherlands Embassy.
Diskusi akan dihadiri oleh para pakar pelestarian, praktisi dan terutama ahli-ahli struktur, geologi dan penguatan bangunan pasca gempa dari LAPI ITB, BP3, Balai Konservasi Borobudur, Pusat Dokumentasi Arsitektur dan lainnya untuk memberikan masukan terhadap analisa hasil survey Jam Gadang.
Rekomendasi dari pembahasan hari ini sebelum diterapkan dalam pelaksanaan akan kami sosialisasikan terlebih dahulu di Bukittinggi kepada Pemerintah Kota, DPRD dan kalangan masyarakat luas pada 10 Maret 2010.
Sumbangan BPPI ini belumlah seberapa karena baru akan menyangkut penguatan fisik ketahan gempa, sehingga tentunya masih banyak pekerjaan lain yang perlu dilakukan secara komprehensif untuk kawasan Jam Gadang. BPPI sangat mendorong penanganan selanjutnya oleh Pemerintah Kota Bukittinggi, DPRD dan masyarakat Sumatera Barat di masa depan.
PRESS RELEASE
SOSIALISASI REHABILITASI JAM GADANG
Rabu, 10 Maret 2010
Aula Istana Bung Hatta, Bukittinggi
Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) / The Indonesian Heritage Trust dalam upaya penyelamatan pusaka pasca bencana melaksanakan program yang diberi nama Heritage Emergency Response (HER) yaitu upaya tanggap darurat penyelamatan pusaka ketika terjadi bencana yang terdiri dari kegiatan pendataan cepat kerusakan yang diakibatkan, serta penggalangan dana rehabilitasi dan melakukan langsung rehabilitasi pasca bencana pada bangunan pusaka dan rehabilitasi sosial budaya yang ditimbulkan.
Salah satu pusaka Sumatera Barat yang mengalami kerusakan akibat bencana gempa tahun 2007 adalah Jam Gadang di Bukittinggi. Beberapa keretakan dan kerusakan terjadi di bagian dalam dan luar Jam Gadang yang telah didirikan sejak tahun 1926. Upaya rehabilitasi Jam Gadang secara fisik akan dimulai pada pertengahan April 2010. Sementara berbagai kegiatan survey dan pengumpulan data dilakukan kembali mulai November 2009 walau sebelumnya BPPI dan para mitra organisasi pelestarian di Sumatera Barat telah melakukan identifikasi dan dokumentasi Jam Gadang sebelumnya.
Kegiatan rehabilitasi dilakukan atas kerjasama BPPI dan Kedutaan Besar Belanda dalam program “Shared Heritage Fund” Indonesia dan Belanda, didukung oleh Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata khususnya Direktorat Sejarah dan Purbakala serta BP 3 dan Balai Konservasi. Koordinasi dan konsultasi juga dilakukan kepada Pemerintah Kota Bukittinggi, DPRD, tokoh adat, tokoh agama, kalangan universitas dan pemangku kepentingan lainnya. Saat ini tengah berlangsung Pameran Jam Gadang dan Upaya Pelestariannya di Galeri HER.it.AGE di Jakarta yang telah dibuka pada 5 Maret lalu dan akan ditutup pada 5 April 2010.
Kegiatan Sosialisasi Rehabilitasi Jam Gadang dilaksanakan pada 10 Maret 2010 jam 09.00-12.30 WIB di Aula Istana Bung Hatta di Bukittinggi. Kegiatan ini direncanakan akan dibuka oleh Walikota Bukittinggi serta Ibu Pia Alisjahbana selaku Dewan Pimpinan BPPI. Sosialisasi bertujuan memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat luas mengenai pentingnya pelestarian Jam Gadang sebagai aset pusaka yang sangat bernilai serta sosialisasi rencana tahapan dan proses rehabilitasi Jam Gadang yang akan dilakukan.
Kegiatan Sosialisasi ini mengundang masukan dan pandangan yang luas dari berbagai pihak untuk memperkaya upaya pelestarian terhadap Jam Gadang. Sosialisasi akan dihadiri oleh para pakar pelestarian, praktisi dan terutama ahli-ahli struktur, geologi dan penguatan bangunan pasca gempa dari LAPI ITB, BP3, Balai Konservasi Borobudur, Pusat Dokumentasi Arsitektur dan lainnya untuk memberikan masukan terhadap analisa hasil survey Jam Gadang.
Sumbangan BPPI ini belumlah seberapa karena baru akan menyangkut penguatan fisik ketahan gempa, sehingga tentunya masih banyak pekerjaan lain yang perlu dilakukan secara komprehensif untuk kawasan Jam Gadang. BPPI sangat mendorong penanganan selanjutnya oleh Pemerintah Kota Bukittinggi, DPRD dan masyarakat Sumatera Barat di masa depan.